MuaraBungo, Pelan Tapi Pasti (Catatan perjalanan ke Ma. Bungo tanggal 10 s/d 12 Mei 2014) Ma. Bungo adalah nama ibukota Kabupaten Bungo, sebuah daerah di perbatasan Propinsi Jambi dan Sumatera Barat. Kota ini adalah kota kecil yang maju dengan pelan tapi pasti. Saat ini Ma. Bungo1. Semagi Water Park. Objek tempat wisata menarik untuk kalian kunjungi di Kabupaten Bungo Jambi yang pertama yaitu 2. Air Terjun Tegan Kiri. Objek tempat wisata menarik untuk kalian kunjungi di Kabupaten Bungo Jambi yang selanjutnya 3. Taman Pusparagam. Objek tempat wisata menarik untuk Mampirdi Kabupaten Kerinci, tengok 6 tempat wisata di Kerinci ini! 5. Warung Kopi Sulita Warkop Sulita, tempat Makanan Khas Muara Bungo - Sumber: Google Map, Markus Sanarko Mencari tempat sarapan di Kota Muara Bungo? Warung Kopi Sulita bisa menjadi pilihanmu. Warung kopi ini dari depan tampak seperti rumah biasa dan tampak sederhana. Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd Hỗ Trợ Nợ Xấu. Keberadaan ruang terbuka hijau memang sangat penting pada sebuah kota, selain semakin memperindah tatanan kota dan sebagai paru-paru dunia, ruang terbuka hijau juga dapat digunakan sebagai tujuan wisata. Kabupaten Bungo sendiri memiliki beberapa ruang terbuka hijau yang sering dikunjungi masyarakat sekitar sekedar untuk bersantai di sore hari, salah satunya adalah Taman Hijau Bungo. Taman Hijau Bungo menjadi daya tarik tersendiri, dengan banyaknya pohon-pohon hijau yang tumbuh subur didalamnya. Suasana asri, nyaman dan teduh akan dirasakan saat wisatawan berada di taman. Memiliki desain modern, para pengunjung akan dibuat betah berlama-lama di taman ini. Berteduh dibawah rindangnya pepohonan bisa menjadi pilihan dikala sinar matahari menyinari dengan teriknya. Secara geografis, Taman Hijau Bungo terletak pada kawasan pasar bawah Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Wisatawan dipastikan tidak akan kesulitan untuk menemukan taman ini, karena lokasinya yang berada di pusat kota. Tepatnya taman ini persis berada didekat simpang lampu merah Bambu Kuning. Lokasi dari taman juga tak jauh dari ruang terbuka hijau lain seperti Taman Kota, dan Taman Pusparagam. Akses yang baik, akan mempermudah wisatawan yang hendak berkunjung ke Taman Hijau Bungo. Terdapat beberapa kendaraan umum di Muara Bungo yang bisa dimanfaatkan wisatawan. Selain itu, pengunjung juga bisa menggunakan kendaraan pribadi jika ingin lebih leluasa. Pesona Taman Hijau Bungo Taman Hijau Bungo dibangun pada lahan seluas 0,6 hektar mulai difungsikan sebagai ruang terbuka hijau pada tahun 2015 lalu. Dibangun pada lahan bekas terminal truk Muara Bungo, taman ini setidaknya menelan biaya hingga ratusan juta rupiah. Dibangunnya taman ini bertujuan untuk mempercantik keindahan kota, dan juga sebagai paru-paru dunia yang mengurangi pemanasan global. Seperti namanya, Taman Hijau Bungo memang didominasi dengan warna hijau yang berasal dari pepohonan besar didalam taman. Terdapat puluhan pohon yang ditanam, sehingga menciptakan suasana nyaman dan asri. Bahkan di kala siang hari, saat berada di taman ini wisatawan tidak akan merasa kepanasan karena saking rindangnya pepohonan. Aneka bunga warna-warni pun bisa dijumpai dan semakin mempercantik taman yang berada di Muara Bungo ini. Didalam taman telah tersedia tempat duduk yang terbuat dari beton, dan didesain dengan apiknya. Wisatawan bisa memanfaatkan tempat duduk ini untuk bersantai sambil menikmati suasana serta udara segar yang ditawarkan Taman Hijau Bungo. Didalam taman pun terdapat air mancur beserta kolamnya, namun sayang air mancur tersebut kini tak berfungsi lagi dan terkesan kotor karena dipenuhi sampah. Hal ini tentu mengurangi keindahan dari Taman Hijau Bungo. Selain itu, taman pun semakin nyaman dengan adanya jalan setapak berpola pedestrian dengan dilapisi keramik yang cukup baik. Taman Hijau Bungo Dikala malam hari, Taman Hijau Bungo pun semakin memancarkan keindahannya dengan berbagai macam bentuk lampu yang unik. Lampu di taman ini memang lain dari pada yang lain, berbentuk semacam tiang di sebelah kanan dan kiri jalan taman, sehingga nampak seperti terowongan yang menyala dikala malam hari. Tak jarang, pengunjung pun semakin ramai saat malam tiba entah hanya untuk nongkrong, bercengkrama dengan teman, atau berfoto-foto di terowongan lampu taman ini. Pada Taman Hijau Bungo ini juga sering diadakan berbagai acara seperti festival musik, dan acara-acara lainnya. Selain itu, wisatawan terkadang juga akan menjumpai beberapa pedagang yang menawarkan batu akik dengan berbagai macam bentuk. Fasilitas Taman Hijau Bungo Sebenarnya, fasilitas yang ada pada Taman Hijau Bungo ini terbilang cukup lengkap. Namun sayang, kini banyak fasilitas yang terbengkalai serta telah rusak dan tidak bisa berfungsi dengan baik. Banyak lampu-lampu taman yang rusak, dan bahkan tulisan merk taman pun hancur rata dengan tanah. Selain itu, banyak juga bagian taman yang dipenuhi dengan sampah. Didalam taman sudah terdapat toilet, tempat duduk yang nyaman, tempat sampah dan area parkir cukup luas, namun belum ada mushola pada taman ini. Jika ingin beribadah, tak jauh dari taman wisatawan bisa menemukan masjid atau mushola. Selain itu, taman juga dilengkapi dengan jalan setapak dengan material keramik yang memberikan kenyamanan bagi wisatawan. Bagi yang ingin berwisata kuliner, disekitar taman juga bisa dijumpai berbagai warung, café dan restoran yang menjual aneka hidangan lezat. Baca Juga Semagi Waterpark, Tempat Rekreasi Paling Seru di Muara Bungo Hunting Foto di Taman Hijau Bungo Apabila wisatawan hendak bermalam di Muara Bungo, juga terdapat beberapa hotel serta penginapan yang bisa dipilih dengan harga cukup bervariatif. Tiada salahnya berkunjung ke Taman Hijau Bungo, untuk sekedar menikmati suasana teduh dan asri. Meskipun berbagai fasilitas yang kini terbengkalai, tetap saja taman ini layak untuk dikunjungi. Diharapkan pemerintah setempat segera memperbaiki fasilitas yang ada, sehingga taman bisa dinikmati kembali oleh masyarakat. Taman Hijau Bungo bisa menjadi alternatif wisata jika tengah berada di Kabupaten Bungo, berikut beberapa kegiatan yang bisa dilakukan saat berada di taman. Menikmati Keindahan Taman Saat berkunjung ke Taman Hijau Bungo, kamu bisa merasakan suasana rindang, asri dan teduh karena taman ini ditumbuhi aneka pohon yang lebat. Disini kamu bisa bersantai, sambil berteduh dari sinar matahari dikala siang hari. Dikala pikiran tengah kalut, dan stres tempat ini bisa kembali menyegarkan otak dan menghilangkan penat. Ketika malam, taman pun juga tak kalah asyiknya untuk dikunjungi. Adanya lampu yang membentuk semacam terowongan menjadi fenomena tersendiri. Suasana pun semakin ramai dan bersahabat, kamu bisa menghabiskan dinginnya malam dengan berbagi kisah dengan teman ataupun sanak keluarga. Tempat ini pun bisa kamu gunakan sebagai tempat olahraga di pagi hari. Hunting Foto Berfoto di Taman Hijau Bungo menjadi sesuatu yang wajib untuk dilakukan. Banyak remaja yang sering berkunjung hanya untuk berfoto dengan aneka background di taman ini. Salah satu spot paling menarik tentunya ada di terowongan lampu yang nampak indah dimalam hari. Deretan pepohonan hijau pun semakin membuat background nampak memukau. Tak hanya remaja yang hobi selfie saja, banyak fotografer juga sering berkunjung untuk mencari objek-objek menawan. Tempat ini pun bisa menjadi alternatif, bagi kamu yang hendak melakukan foto prewedding. Apabila taman ini diperbaiki seperti sedia kala, bukan tak mungkin taman bisa menjadi ikon Muara Bungo. Baca Juga 235 Tempat Wisata di Jambi Paling Menarik dan Wajib Dikunjungi Peta Lokasi Taman Hijau Bungo Tips Berwisata di Taman Hijau Bungo Patuhilah tata tertib yang berlaku di taman ini. Jangan datang ke taman apabila tengah hujan, karena lokasi taman akan becek dan dipenuhi banyak lumpur. Jika kamu hendak hunting foto, datanglah pada malam hari karena taman ini semakin indah dengan lampu-lampunya. Jagalah kebersihan taman, dan buanglah sampah pada tempatnya, serta jangan mengotori kolam air mancur. Jagalah kelestarian taman, dengan tak merusak fasilitas serta keindahan taman. Dilarang mencorat-coret bangunan, serta pohon yang ada ditaman. Jambi, tepatnya didekat Tebo perbatasan dengan Muara Bungo, juga ada tempat yang menarik dijadikan trip wisata, ternyata. Saat membicarakan trip ke Tebo perbatasan dengan Muara Bungo di Provinsi Jambi tahun 2022 mendatang, tuan rumah sekaligus panitia lokal dan koordinator lapangan Kissparry, menyodorkan wisata Bukittinggi Sumbar atau wisata Kerinci Jambi sebagai tempat obyek wisata yang akan dikunjungi. Mendengar saja sebagian besar kafilah calon peserta dalam silaturahmi rutin di Jambi tersebut mulai angkat bicara, pembicaraannya itu melalui akun Medsos mereka. Ada pimpinan suatu kafilah yang mengatakan, kemana saja kami setuju, tapi kalau sejauh itu saya tidak ikut, bahkan diantara satu kafilah sendiri sebagian setuju dan sebagian lagi berbeda pendapat. Di atas Sungai Batanghari Jambi Kissparry Jambi Tebo Paling mudah menyampaikan, contoh sebagai tuan rumah kami tidak menyampaikan pendapat tetapi mengikuti hasil musyawarah, jadi intinya mengikuti saja. Sebagian lain menyampaikan, sebaiknya trip wisata yang dekat-dekat saja agar tidak terlalu kecapekan, apalagi masih ada anak-anak balita, tidak menikmati perjalanan wisata tapi lebih banyak ngurusi anak-anak yang masih butuh perhatian. Sebagai contoh ketika trip wisata di Batam baru-baru ini, ada satu kunjungan yang dibatalkan yaitu wisata belanja ke Mega Mall Batam Center yang akhirnya diteruskan hari selanjutnya, hanya satu alasan anak-anak capek, kasihan. Baca Juga Trip Wisata ke Batam Sehari 2019, Kissparry Kemana Saja Hampir tiga hari berburu tempat wisata melalui mesin pencarian internet diataranya melalui Google dan Google Maps, dengan dukungan jaringan internet sekarang memang terasa lebih mudah Masih tiga tahun lagi kok sekarang sudah pada sibuk bicara wisata Jambi 2022 sih? salah satu peserta diskusi komentar. Dijawab ringan oleh ketua forum, ia mengatakan bahwa ini semua untuk menentukan akibat biaya yang timbul sehingga memerlukan kontribusi dari seluruh peserta, ditegaskan perlu gotong royong mengiur. Iuran merupakan salah satu alternatif disamping memberdayakan unit-unit usaha yang dimilikinya. Atas sodoran obyek wisata tersebut wisata Bukittinggi – Kelok Sembilan dan sekitarnya, kemudian salah satu kafilah menanyakan terkait dengan waktu yang harus disediakan, kemudian dapat jawaban, jarak tempuh dari Muara Bungo dua malam dan satu siang, katanya. Obyek wisata Kerinci Jambi agak dekat dan lebih irit daripada ke Bukittinggi di Sumatera Barat, ditempuh dari Pasar Muara Bungo, namun oleh sebagian kafilah menganggap tempat itu jauh dan meminta agar mencari alternatif yang lebih dekat-dekat saja. Kafilah dari Batam kasih gambar yang dicarinya dari Google, yaitu tempat wisata yang disekitar Muara Bungo, ketemulah ada nama Semagi Waterpark, Taman Pusparagam, Taman Angsa Duo, dan taman terdekat lain. Penting silaturahmi Jambi 2022 tetap berlangsung, untuk wisata jika tidak ada yang terdekat maka tidak diadakan tidak apa-apa, salah satu peserta diskusi melontarkan pendapatnya. Hal ini kemudian dibalas oleh peserta yang lain, wisata tetap penting, mumpung berada di Jambi kapan lagi, dan informasinya juga bisa menghiasi blog Musyawarah secara daring tersebut akhirnya menyepakati, bahwa wisata Jambi 2022 dilaksanakan dengan ketentuan paling jauh sekitar 130 km atau setara dengan jarak Semarang – Yogyakarta, dengan kontribusi iuran perbulan Rp tiap kafilah dan tidak menghitung jumlah peserta dalam satu kafilah tersebut. Baca Juga Nama Obyek Wisata di Kabupaten Semarang, Rute dan Kulinernya Tentang Tebo, Bungo, dan Pasar Muara Bungo Kaitan Obyek Wisata Tempat tinggal markas Kissparry Jambi berada di wilayah Tebo tetapi berbatasan dengan Bungo, kota yang paling dekat adalah Pasar Muara Bungo, dan untuk memudahkan penyebutan biasanya Tebo Muara Bungo. Tebo merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jambi, Pulau Sumatera, jadi lengkapnya Kabupaten Tebo, sedangkan Bungo juga merupakan salah satu kabupaten di Jambi juga, jadi lengkapnya Kabupaten Bungo, sementara itu Pasar Muara Bungo sendiri merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bungo, namanya memang Kecamatan Pasar Muara Bungo. Meskipun berada di Kabupaten Tebo tetapi posisi untuk urusan sehari-hari berdekatan dengan Kabupaten Bungo, yaitu Pasar Muara Bungo, jarak tempat tinggal ke Muara Bungo sekitar 15km sementara jika ke Tebo sekitar 45km. Inilah uniknya berada diperbatasan Kegiatan rekreasi ringan keluarga juga ke Muara Bungo, misalnya Taman Pusparagam, Taman Tempoenok, atau taman Angsa Duo, jarak dari markas sejauh lebih kurang 12km, kondisi jalannya 6 km jalan tanah liat dan 6 km jalan beraspal. Korlap Jambi kurang merekomendasi usulan obyek Semagi Waterpark salah satu tempat yang disodorkan oleh kafilah Batam yang dicarinya melalui Google, alasannya biaya masuk lumayan’ dan sebagian peserta adalah orang tua, dipastikan kurang berminat permainan air, sehingga “eman-eman” biayanya, pembandingnya adalah wisata sejenis seperti Owabong di Purbalingga Jateng. Semagi direkomendasikan untuk personal atau keluarga. Wisata Bangko Kabupaten Merangin Jadi Pilihan Wisata Bangko, Kabupaten Merangin dengan jarak tempuh paling jauh sekitar 100 km dari markas Kissparry Jambi Pematang Sapat-Tebo-Muara Bungo, menjadi pilihan kunjungan wisata selama kegiatan silaturahmi di Jambi yang akan berlangsung tahun 2022. Seiring dengan perkembangan wilayah, lokasinya masih memungkinkan berubah. Perjalanan dari Muara Bungo tetap kearah wisata Kerinci Jl Raya Bangko Kerinci tetapi di Bangko mengambil jalan yang kearah kiri menuju Geopark. Geopark Merangin Geopark Merangin berada di wilayah Dusun Tuo Baru, Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pemberap, Kabupaten Merangin, Jambi. Luasnya km². Untuk mencapai lokasi ini, bisa menggunakan sepeda motor atau mobil dengan waktu perjalanan antara enam hingga tujuh jam dari Kota Jambi. Namun jika perjalanan dimulai dari Bangko, Ibu Kota Kabupaten Merangin, hanya butuh waktu kurang lebih satu jam. Perjalanan dari Muara Bungo dapat ditempuh sekitar 2 dua jam hingga 3 tiga tergantung dari kepadatan arus lalu lintas. Geopark Merangin terdapat air terjun dan dilalui sungai Merangin yang biasa digunakan untuk arung jeram rafting, merupakan peninggalan zaman purbakala dengan adanya fosil-fosil tumbuhan dilokasi tersebut, dan saat ini sedang promosikan ke UNESCO untuk menjadi salah satu situs warisan dunia, dikutip dari Wikipedia dan beberapa sumber lain. Baca Juga Inilah Beda Kendal Inggris dan Kendal Indonesia, Ternyata di Britania Raya ada Kota Kendal Di kawasan Geopark ini konon terdapat lempeng bumi tertua di dunia yang diperkirakan berusia 300 juta tahun, serupa dan bahkan seusia dengan bebatuan yang ada di situs bersejarah di Cina. Oleh karena itu, tempat itu menjadi bidang utama penelitian para ahli geologi dunia dalam mempelajari evolusi bumi. Ada banyak tanaman fosil, mulai dari tanaman paku, dikotil, monokotil, kerang, serangga dan lain-lain, dicetak membatu di lava endapan batu dan abu vulkanik pegunungan kuno. Fosil-fosil di Merangin tersebar di sepanjang Sungai Batang Merangin dan Sungai Mengkarang. Untuk dapat melihatnya kita harus naik perahu karet dari arah hulu sekitar 13 km dan lokasi ini yang juga cocok untuk arung jeram. Fosil-fosil tersebut terdapat di kanan kiri sungai. Fosil-fosil juga ada di tanah. Geopark Merangin dibagi menjadi empat bagian, yaitu Taman Paleobotani Merangin, Taman Highland Kerinci, Taman Geo-Budaya Sarolangun, dan Taman Godwana Bukit. Taman Paleobotani Merangin dibagi menjadi tiga zona, terdiri atas zona tangkapan air, zona inti geo-konservasi, bio-konservasi, konservasi budaya dan zona penyangga yang merupakan area di sepanjang daerah aliran sungai DAS. Baca Juga Sungai Terpanjang di Indonesia dan Daerah Alirannya DAS 1. Air Terjun Mengkaring Obyek pertama yang akan dikunjungi adalah air terjun Mengkaring, merupakan objek terjauh, lebih kurang 100 km dari markas. Istilah air terjun dibeberapa daerah bisa berbeda, Jawa Tengah bagian barat menyebutnya curug misalkan Curug Sewu di Kendal Jawa Tengah, sedangkan Jawa Tengah sebelah timur menyebutnya Grojogan misalnya Grojogan Sewu di Tawangmangu Karanganyar Jawa Tengah. Baca Juga Tour Bermotor Grojogan Sewu Tawangmangu Karanganyar Air terjun Mengkaring Bangko Jambi Air terjunnya tidak tinggi, hanya seperti Curug Bidadari di Sumowono Bandungan Kabupaten Semarang. lanjutkan membaca Rafting Merangin, Page 2 Beri peringkat Laman 1 2 Beberapa tempat wisata di Muara Bungo Jambi berikut ini sangat direkomendasikan untuk dikunjungi wisatawan. Pasalnya, sejumlah tempat wisata alamnya pasti bisa membuat siapa saja kagum. Beberapa tempat wisata sejarah, dan beberapa taman kota di kota yang menjadi ibukota Kabupaten Bungo di Provinsi Jambi ini juga mempunyai daya tarik tersendiri dikalangan para wisatawan. Selain itu, di beberapa tempat wisatanya juga terdapat spot foto yang instagramable. Lantas, dimana saja Jambi yang direkomendasikan dikunjungi tersebut? Berikut ulasan lengkapnya. Tempat wisata di Muara Bungo Jambi yang direkomendasikan dikunjungi pertama yaitu Lubuk Beringin. Sebenarnya, Lubuk Beringin itu nama sebuah kampung di Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo. Di kampung yang lokasinya berjarak kurang lebih 50 kilometer dari pusat Kota Muara Bungo ini terdapat sebuah tempat pemandian alami, yang kebersihan dan kelestariannya di jaga dengan baik oleh penduduk setempat. Tempat pemandian alami ini tidak pernah sepi pengunjung, terutama pada akhir pekan weekend dan hari libur lainnya. Disamping itu, disekitar lokasi tempat pemandian alami tersebut juga terdapat beberapa fasilitas seperti gapura, homestay, dan JUGA 14+ Tempat Wisata di Bangko Jambi Yang Bagus Untuk Dikunjungi!! 2. Semagi Water Park Semagi Water Park Tempat wisata di Muara Bungo Jambi yang direkomendasikan dikunjungi berikutnya yaitu Semagi Water Park. Semagi Water Park merupakan salah satu kolam renang paling terkenal di Kabupaten Bungo. Bukan hanya kolam renang saja, di tempat wisata ini juga terdapat sejumlah wahana lainnya seperti Air Tumpah, Papan Seluncuran, Sepeda Air, Gokart, Flying Fox, dan beberapa wahana menarik lainnya. Jika kamu penasaran dengan tempat wisata ini? Kamu bisa mengunjunginya di Desa Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kota Muaro Bungo. Biasanya, tempat wisata buka setiap hari, dari pukul 0800 hingga pukul 1700. 3. Air Terjun Tegan Kiri Air terjun setinggi sekitar 26 meter ini berjarak kurang lebih 31 kilometer dari pusat Kota Muara Bungo, atau lebih tepatnya berada di Desa Rantau Pandan, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo. Air terjun ini masih sangat alami dan jarang dikunjungi wisatawan. Selain itu, disekitar lokasi air terjun juga sangat bersih. Hal ini dikarenakan para penduduk setempat selalu menjaga kebersihan di air terjun ini. 4. Taman Kota Muara Bungo Kabupaten Bungo juga mempunyai beberapa taman kota yang menarik untuk dikunjungi wisatawan, salah satunya adalah Taman Kota Muara Bungo, yang lokasinya berada di jantung Kota Muara Bungo. Taman Kota Muara Bungo ini mempunyai suasana yang sejuk dengan pemandangan pohon dan kebun bunga disekitarnya, sehingga para pengunjungnya betah berlama-lama berada di taman kota ini. Bukan hanya itu saja, taman kota ini juga sudah dilengkapi dengan beberapa fasilitas pendukung yang menarik. Biasanya, taman kota ini selalu ramai dikunjungi pada sore hari hingga menjelang malam hari. 5. Air Terjun Telago Jando Air Terjun Telago Jando Kurang lebih sama dengan Air Terjun Tegan Kiri, air terjun yang lokasinya berada di Desa Buat, Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo ini juga masih sangat alami dengan suasana yang begitu asri. Disamping itu, disekitar lokasi air terjun juga sangat bersih dari sampah apapun. Hal ini dikarenakan pihak pengelola dan penduduk setempat selalu menjaga kebersihan lokasi air terjun ini agar selalu eksotis. 6. Taman Pusparagam Taman Pusparagam Tempat wisata di Muara Bungo Jambi yang direkomendasikan dikunjungi wisatawan selanjutnya yaitu Taman Pusparagam. Hampir setiap hari, taman ini tidak pernah sepi pengunjung yang ingin bersantai. Pasalnya, selain bisa dikunjungi secara gratis, alias tidak dipungut biaya masuk sepesarpun, Taman Pusparagam juga sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang menarik bagi wisatawan. Jika kamu penasaran dengan taman ini? Kamu bisa mengunjunginya di Jalan Baharudin, Desa Jaya Setia, Kecamatan Pasar Muara Bungo, Kabupaten Bungo. Biasanya, taman ini dibuka 24 jam setiap harinya. 7. Dam Semagi Dam Semagi Dam Semagi adalah sebuah tempat wisata di Kabupaten Bungo, dimana para wisatawan bisa menikmati indahnya sebuah hutan dengan aliran air diantara batuan-batuan sungai yang berukuran " cukup " besar. Tempat wisata yang dikelilingi oleh perbukitan ini berjarak kurang lebih 40 kilometer dari pusat Kota Muara Bungo, atau lebih tepatnya berada di Desa Pelayang, Kecamatan Bathin II Pelayang, Kabupaten Bungo. 8. Taman Hijau Sesuai dengan namanya, taman kota yang berada di Desa Bungo Barat, Kecamatan Pasar Muara Bungo, Kabupaten Bungo ini difungsikan sebagai salah satu ruang terbuka hijau di Kabupaten Bungo. Kurang lebih sama dengan beberapa taman kota lainnya di Kabupaten Bungo seperti Taman Kota Muara Bungo, dan Taman Pusparagam, taman kota ini juga cocok dijadikan sebagai tempat nongkrong. Biasanya, taman kota ini dibuka 24 jam setiap harinya, dan lebih menariknya lagi, taman kota ini bisa dikunjungi secara gratis, alias tanpa dipungut biaya masuk sepeserpun. 9. Air Terjun Pujung Empat Selain Air Terjun Tegan Kiri, dan Air Terjun Telago Jando, ada satu lagi objek wisata berupa air terjun yang menarik untuk dikunjungi wisatawan di Kabupaten Bungo, yaitu Air Terjun Pujung Empat. Air terjun ini bisa dikunjungi di Desa Rantau Keloyang, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo. Selain bisa menikmati air terjun yang masih alami, para wisatawan juga bisa mengunjungi sebuah gua alami dibagian hulu air terjun. Jika beruntung, para wisatawan bisa menemukan sarang burung walet yang berharga mahal di dalam gua alami tersebut kalau belum dipanen oleh para penduduk setempat. 10. Batu Tapak Sembilan Tempat wisata di Muara Bungo Jambi yang juga direkomendasikan dikunjungi wisatawan berikutnya yaitu Batu Tapak Sembilan. Batu Tapak Sembilan adalah sebuah situs peninggalan purbakala. Batu Tapak Sembilan adalah sebuah batu menhir, dimana di batu tersebut terdapat beberapa tapak manusia dan hewan purbakala yang diperkirakan berasal dari jaman Megalitikum, dan jaman Neolitikum. Dengan adanya batu yang berada di Desa Senamat Ulu, Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo ini, membuktikan bahwa kawasan Kabupaten Bungo dan sekitarnya sudah ditinggali oleh manusia yang sudah berbudaya sejak jaman prasejarah. 11. Masjid Al Falah Desa Empelu Kabupaten Bungo di Provinsi Jambi juga memiliki sebuah masjid megah yang juga bagus dijadikan sebagai tujuan wisata, khususnya bagi wisatawan yang beragam islam, yaitu Masjid Al Falah Desa Empelu. Konon kabarnya, masjid ini mulai dibangun pada tahun 1812 masehi, dan proses pengerjaannya dilakukan secara bertahap, sehingga bisa menghasilkan sebuah masjid yang megah seperti sekarang ini. Jika kamu penasaran seperti apa kemegahan masjid kuno ini? Kamu bisa mengunjunginya di Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Bungo. 12. Taman Tampoenek Taman Tampoenek Selain Taman Kota Muara Bungo, Taman Pusparagam, dan Taman Hijau, ada satu lagi taman kota yang juga patut dipertimbangkan untuk dikunjungi wisatawan di Kabupaten Bungo, yaitu Taman Tampoenek. Taman kota yang berada di Desa Cadika, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo ini baru dibuka secara resmi pada tahun 2018 lalu. Lokasinya persis di depan gedung DPRD Kabupaten Bungo. Lebih menariknya lagi, di taman kota seluas sekitar 1,5 hektar ini terdapat beberapa spot foto yang instagramable. Biasanya, taman kota ini dibuka setiap hari, mulai dari pukul 0800 hingga pukul 2200. 13. Bunga Bangkai Para wisatawan juga bisa menemukan Bunga Bangkai di Kabupaten Bungo, atau lebih tepatnya di Desa Rantau Pandan, Kecamatan Rantau Pandan sekitar 34 kilometer dari pusat Kota Muara Bungo. Ada dua jenis Bunga Bangkai yang ditemukan di tempat ini, yaitu Amorphopallus Titanum, dan Rafflesia Arnoldi. Kedua jenis Bunga Bangkai ini masih satu rumpun yaitu Areceal Vegetation keladi. Pada umumnya, Bunga Bangkai ini memiliki tinggi sekitar 1 - 3 meter, dan pada saat bunganya mekar, Bunga Bangkai akan menyebarkan aroma amis, dan bau bangkai yang menjadi ciri khas bunga ini. 14. Dam Tapus Tanah Tumbuh Tempat wisata di Muara Bungo Jambi yang direkomendasikan dikunjungi wisatawan terakhir yaitu Dam Tapus Tanah Tumbuh. Dam Tapus Tanah Tumbuh adalah sebuah situs bersejarah bagi Kabupaten Bungo. Menurut cerita penduduk setempat, Dam yang berangkakan tahun 1787 masehi di Desa Tebing Tinggi Uleh, Kecamatan Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo ini dibangun pada jaman penjajahan belanada. Akhir Kata Nah, itulah beberapa tempat wisata di Muara Bungo Jambi yang direkomendasikan untuk dikunjungi. Baca juga 20+ Tempat Wisata di Kerinci Jambi Yang Wajib Dikunjungi!!.

tempat wisata di muara bungo